Bingkai lentera lembah manise karya :Rio perdana Ada yang mengatakan demikian, siapa yang berani merusak , menginjak, memetik, bahkan menyentuh. Dia akan tertimpa bala, darinya Rajah simalahantupang arwah penunggu hut an . Bahkan konon, jikalau ada yang memekik kan hatinya dan menatap kearah hutan. Sungguh, I a sudah dikutuk menjadi orang yang nista sam pai tujuh turunannya kelak. Burung gagak pekik akan terbang meng i kuti sebagai petanda. Menjelma bayangan hitam yang menyampar nirwana. Melibas habis nyawa-nyawa yang dipenuhi dosa. Langla buwana orang yang disanjung sebagai Raja berkata, “ wahai orang-orangku serulah anak cucumu. Jangan sentuh apapun yang ada disana, semuanya terkutuk ” . Katanya berulang tandanya keras sebagai peringatan. Lembah manise, begitulah kiranya. Sebutan untuk tempat berdirinya hutan yang ditakuti dan senantiasa diagungkan. Semua berkata sama, daun-daun matoa melembangkan putik dan meyemarakan rayun-rayun do'a. Hutan pareke, hutan yang ...