Phoem #1 (Kapal Tak Berhaluan)
Kapal Tak Berhaluan
Gelombang
ombak yang tak beraturan
Menjadi
satu-satunya jalan untuk lewati tajamnya karang
Dengan
sebuah peta tanpa tautan arah
Sang
nahkoda berada diantara gelapnya badai
Sulit
ia membedakan mana pulau,batuan,atau sebuah bayangan semata
Tajamnya mata takan bisa menjadi
tuntunan
Ketika
sang nahkoda sudah tak tau jalan
Untaian
hati menjadi sebuah pedoman
Namun
sayang hembusan angin menjadi kendala
Dimana
hati kini sudah tak berguna bagai dilalap jelaga
Bingung sang nahkoda pun berfikir
Apa ? apa?..apa yang harus kulakukan
Pasrahkah aku dengan semua ini?
Atau aku harus terus berlari tanpa henti?
Tuhan... berikan aku jawaban !!!
berteriak sang nahkoda dengan lantang
Sebuah
kapal tanpa haluan
Terombang ambing tanpa tujuan
Menunggu
berharap berusaha dan terus berdoa
Sang nahkoda terus menanti sebuah
jawaban
Meskipun tak tau kapan jawaban itu
akan datang
Gebyuran
angin dan ombak laut pada kapal
Seakan
menjadi petanda waktu
Kapan
jawaban yang ditunggu itu datang
Semakin
sedikit semakin cepat pula jawaban itu menghampiri
Sang
nahkoda pun terus berhayal dan bermimpi sesambil menanti
Comments
Post a Comment